INDYRA :
Pencapaian Visual, bukan Sekadar Lukisan yang Indah

Nama Indyra atau biasa dipanggil Ira kini sedang merayap menuju masa kesenimanan yang lebih serius. Ia melukis tak henti-hentinya dalam tiap waktu. Kurun waktu yang panjang ia ikut dalam sejumlah pameran lukisan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pameran lukisannya baik secara bersama atau tunggal kerapa ia jalani dalam tiap waktu. Namun kekuatan karyanya yang sangat subtil ada pada karya figuratifnya. Ira adalah Lulusan Akademi Senirupa (ASRI) Yogyakarta,, sempat mengenyam ilmu Psykologi di Universitas Indoesia (UI), Philipines Women Universtity Faculty of Fine Art. Pada saat sibuknya ia berhasil di wawancarai oleh Aendra Medita dari
VisitJakartacity.com, berikut obrolan dengan seniman perempuan masa depan Indonesia ini.
Sebagai seniman yang berkarya juga mantap dalam menginterpretasikan dalam wujud rupa. Bagaimana pilihan waktu dalam proses keseniman Anda saat ini?
Tidak ada waktu khusus untuk berkarya,semuanya berjalan seperti aktifitas sehari hari saja.Karena art atau seni buat saya adalah bahan kehidupan,jadi saya butuhkan,jadi berkesenian saya gunakan sebagai “alasan” untuk bangun pagi setiap hari
Apa saja prosesnya awal, misalnya dengan membaca karya atau bersentuhan langsung secara konsep saat berkarya?
Proses awalnya berkarya bisa saja dari bacaan,hasil diskusi,peristiwa peristiwa yang terjadi,ataupun keinginan bawah sadar yang ingin dikeluarkan.Tapi itu semua biasanya bersentuhan dengan personal…hmmmmm.
Maksudnya?
Ya…karena kebanyakan lukisan figuratif saya tidak lama pengerjaannya,lebih memerlukan waktu lama pada isi pemikirannya atau kontennya. Setelah itu baru penyesuaian media agar konsep dan emosinya dapat.
Adakah kendala proses kreatif atau lancar-lancar saja?
Yang namanya kendala pastilah ada,karena dalam lukisan figur saya bekerja bukan berdasarkan khayalan ,melainkan dengan keadaan tubuh sesungguhnya ,yang meibatkan karakter dan emosi , jadi kendala kadang datang dari penggunaan Icon dan chemistry yang terjadi.
Adakah karya seniman lain yang memberikan inpirasi anda? Bagaimana prosesnya dengan setiap sentuhan dengan seniman jika kolaborasi ?
Saya sangat mengagumi karya karya besar maestro Eropa, mungkin karena saya lama tinggal disana seperti my favourite …Caravaggio dari segi tehnis. Lucian Freud juga saya kagumi karena sensasi dan emosinya dalam penggambaran tubuh,sangat psikologis sekali.Kolaborasi okelah asal ya itu tadi Chemistry kena.
Kalau boleh tau berapa karya yang sudah dibuat dari awal sampai kini? dan apa saja yang menarik dari perjalanan Anda saat membuat karya?
Jumlah karya lukis saya mungkin sekitar 500an, tapi drawing banyak ,hanya banyak sekali yang tidak terdokumentasikan, jaman dulu belum secanggih saat ini.
Bisa tuliskan sepak terjang apa Anda ke depan bagi perjalanan rupa dan kesenimanan di dunia ini....?
Yang menarik dalam berkarya adalah jika apa yang ingin disampaikan ke audience bisa sampai, baik pesan dan pencapaian visualnya,bukan sekadar lukisan yang indah. Makanya karya saya susah lakunya hahahahaaha.
Kapan pameran lagi?
Dalam waktu dekat saya sedang mempersiapkan pameran tunggal dengan konsep projek,dengan kurator Jim Supangkat.Masih berkisar diantara tubuh ,tapi dengan realisasi berbeda.Mohon doanya.
(visitjakartacity.com)